Oknum Polisi Seorang Kriminal ( Penjambret)

Usai Jambret, Oknum Polisi Tabrakan

Jumat, 13 Maret 2009
Sample Image Padang, Padek–Pelaku tindak kejahatan tidak mesti dilakukan orang sipil atau preman saja. Salah seorang oknum polisi dari Polsek Gumanti Hilir, Polres Solok berinisial “AH”, 25, berpangkat Briptu, kemarin diamankan polisi, karena aksi jambret yang dilakukannya di kawasan Jalan By Pass, Kuranji.

Oknum tersebut diamankan setelah mengalami kecelakaan di kawasan Kuranji, yang berjarak tidak jauh dari tempat aksi jambretnya. Selain itu, juga diamankan barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi BA 5538 WG, dan satu tas berisikan ponsel dan uang tunai ratusan ribu.  Saat kejadian kecelakaan tersebut, polisi yang kebetulan berada di sekitar tempat kejadian  itu memboyongnya ke RS Bhayangkara untuk pertolongan.

Tapi dalam pertolongan itu, aparat Poltabes merasa heran dengan ciri-ciri tersangka.  Sebab, sebelumnya jajaran Poltabes baru mendapat laporan, tentang adanya  aksi penjambretan di kawasan Jalan By Pass. Ternyata setelah dikonfirmasi pada korban yang melaporkan penjambretan itu, ternyata “AH” adalah pelaku jambret yang dimaksudkan. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui.

Tersangka yang juga warga Kuranji itu kini masih dalam keadaan kritis, menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. “Kita tetap memproses pelaku kejahatan. Baik masyarakat sipil maupun oknum anggota,” tegas Kapoltabes Padang, Kombes Pol Boy Rafli Amar.  Boy Rafli membenarkan tersangka jambret adalah oknum polisi yang bertugas di Polres Solok.

“Tersangka telah kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Ali Absar yang dihubungi Padang Ekspres tadi malam mengakui kalau oknum anggota Polres Solok itu adalah anggotanya. Tersangka sebelumnya telah disidang kode etik Kepolisian karena tindakan indisipliner.

“Saya sebagai atasannya mengusulkan untuk dipecat, sehubungan tindakan tersebut sudah sangat memalukan  insitusi Kepolisian,” tambah mantan Kabag Dalkar Biro Personalia Polda Sumbar itu.  Di tempat terpisah, police wacth, Ilhamdi Taufik yang dihubungi koran ini mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum polisi tersebut sangat mencoreng nama baik kepolisian.Sample Image Menurutnya, kepolisian harus membenahi sistem penerimaan prajurit baru, memberikan nilai-nilai moral dalam pendidikan.  Hal demikian bukti bentuk pengawasan disiplin di tubuh Polri masih lemah.

Tersangka “AH” menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, kemarin.

Maka, oknum polisi yang terbukti melakukan tindakan pidana harus dihukum dengan berat.  “Kalau perlu komandan satuan kerja oknum tersebut juga harus ditindak atau dicopot,” usul Ilhamdi Taufik.

Sementara itu, terkait rencana kenaikan gaji polisi per April, LBH mengingatkan agar diikuti peningkatan kinerja dan profesionalisme. Itu merupakan harga mati yang harus dilakukan untuk memperbaiki citra dan objektivitas aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi saat ini masih banyak oknum yang terlibat kasus kriminal. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi HAM Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Vino Oktavia, kemarin. Selama ini LBH menilai kinerja aparat kepolisian masih buruk dan paling banyak menyebabkan terjadinya diskriminasi hukum. Dari 18 kasus  diskriminasi hukum yang terjadi di Sumbar yang dihimpun LBH Padang selama tahun 2008, 13 kasus di antaranya  dalam bentuk permainan perkara seperti penghentian proses hukum pada pemeriksaan di tingkat kepolisian oleh sejumlah oknum.

Hal senada disampaikan Ketua Divisi Sipil Politik Komnas HAM Sumbar, Sudarto. Menurutnya, dengan adanya kenaikan gaji untuk Polri ini, pungutan-pungutan liar yang dilakukan oknum untuk menghentikan proses pidana di tengah jalan harus dihentikan. “Jangan ada permainan lagi. Kalau gaji naik kan hal-hal yang seperti itu tidak perlu lagi ada,” ujarnya.  Selama tahun 2008, sudah 130 kasus pelanggaran HAM yang masuk  dan ditangani oleh Komnas HAM Sumbar. Sebanyak 76 persen di antaranya pelakunya adalah oknum aparat. (i/s/ztl)

aneh aneh aja kerja polisi yang satu ini, niatan hati mau Menjambret, eh bukannya bisa memamfaat kan hasil jambretan tapi Bertabrakan saat membawa kabur barang copetan. mampus lho…

inilah Potret Seorang pelindung masyarakat yang tidak mencerminkan sikap dan moral seorang pelindung masyarakat.

untuk apa di bikin Poster Spanduk yang Besar Dan Dipajang Disetiap Persimpangan. inilah Isi spanduk tersebut ” Polisi Melayani dan Melindungi Masyarakat”. tapi kerja nya malah meresahkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: